Metode Pengobatan menurut Rasulullah SAW.

bismillah

Dunia pengobatan sejak zaman dahulu selalu berjalan seiring dengan kehidupan umat manusia. Karena sebagai makhluk hidup, manusia amatlah akrab dengan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Keinginan untuk berlepas diri dari segala jenis penyakit itulah yang mendorong manusia untuk berupaya menyingkap berbagai metode pengobatan, mulai dari mengonsumsi berbagai jenis tumbuhan secara tunggal maupun yang sudah terkomposisi, yang diyakini berkhasiat menyembuhkan jenis penyakit tertentu, atau sistem pemijatan, pembekaman hingga operasi dan pembedahan.

Pengobatan merupakan remediasi masalah kesehatan. Pengobatan adalah suatu kebudayaan untuk menyelamatkan diri dari penyakit yang mengganggu hidup. Kebudayaan tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan tetapi juga oleh kepercayaan dan keyakinan, karena manusia telah merasa di alam ini ada sesuatu yang lebih kuat dari dia, baik yang dapat dirasakan oleh pancaindera maupun yang tidak dapat dirasakan dan bersifat ghaib. Pengobatan ini pun tidak lepas dari pengaruh kepercayaan atau agama yang di anut manusia.

Tindakan dan perkataan nabi Muhammad saw mengenai penyakit, pengobatan, dan kebersihan, maupun genre tulisan oleh para sarjana non-medis u tuk mengumpulkan dan menjelaskan tradisi-tradisi disebut Thibbun Nabawi. Istilah ini dimuculkan pada abad ke-13 oleh para dokter muslim untuk menunjukkan ilmu-ilmu medis yang berada dalam bingkai keimanan pada Allah, sehingga terjaga dari kesyirikan, takhayul, dan khufarat.

gambar-animasi-islam-bergerak4     Hadist yang menerangkan tentang Thibbu  Nabawi:

  • “Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obat.” (HR    Bukhari no.5678 dan Muslim, dari Abu Hurairah)
  • “Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya  bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya.” (HR Ahmad 1/377, 413 dan 453)
  • “Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenain penyakit akan sembuh dengan  izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala.” (HR Muslim no 5705)

PRINSIP-PRINSIP PENGOBATAN DALAM ISLAM

gambar kartun wanita cantik berhijab

  1. Keyakinan bahwa yang menyembuhkan adalah Allah SWT. Pengobatan harus dilakukan secara ihsan dan sesuai dengan syari’at islam (Al-Qur’an dan As-Sunnah).
  2. Menggunakan obat halal dan thoyyib (baik), serta tidak sekali-kali menggunakan obat-obatan yang haram atau tercampur dengan bahan yang haram.
  3. Pengobatan yang tidak membawa mudharat (bahaya), tidak mencacatkan (merusak) tubuh.
  4. Tidak berbau takhayul, khurafat, dan bid’ah.
  5. Mencari yang lebih baik, berdasarkan kaedah Islam dan ilmu-ilmu perobatan.
  6. Mengambil sebab melalui ikhtiar (berusaha) serta tawakal (berserah diri).

Ada tiga metode pengobatan yang diajarkan Rasulullah saw, yaitu:

  1. Pengobatan Ilahiah; pasien memanjatkn doa kepada Allah Swt untuk memohon kesembuhan karena semua penyakit datangnya dari Allah Swt dan kesembuhan semata-mata karena Allah Swt.
  2. Metode ilmiah; berdasarkan ilmu pengetahuan. Pada zaman Rasulullah saw., metode ilmiah yang terkenal adalah bekam. Bekam (al hijamah) adalah pengobatan yang dilakukan dengan cara membuang darah kotor yang menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, membuang racun dalam tubuh yang menjadi sumber berbagai penyakit, meluruskan tulang belakang sehingga gangguan kesehatan dapat diminimalkan serta membersihkan dan menyeimbangkan suhu dalam tubuh agar terjadi harmonisasi yang menyebabkan seseorang dapat hidup sehat. Pengobatan dengan bekam kini sudah dikembangkan sesuai kemajuan teknologi dan manfaatnya sudah diakui oleh para dokter di rumah sakit.
  3. Metode alamiah; menggunakan herbal atau tanaman obat sebagai pengobatan
  1. Pengobatan Ilahiah
  • Mengobati Penyakit Dengan Al-Qur’an

alquran warna warni

“Hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus/10: 57)

Menurut Imam Ibnul Qayyim al Jauziyah dalam kitabnya at Thibun Nabawy bahwa penyakit itu digolongkan dua jenis, yakni penyakit batin dan penyakit lahir (fisik).  Penyakit batin adalah penyakit yang berkaitan dengan jauhnya batin (hati) seseorang dari Allah swt. Penyakit ini menyerang unsur ruh manusia; seperti kesurupan. Pengobatan penyakit ini adalah dengan al-Qur’an; ibadah, doa, ruqyah, syar’iyah. Sedangkan yang kedua, adalah penyakit lahir (fisik). Penyakit ini obatnya adalah dengan obat-obatan yang sesuai dengan al-Qur’an.

  • Ruqyah

images (3)Ruqyah atau yang kita kenal dengan jampi-jampi merupakan salah satu cara pengobatan yang pernah diajarkan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammmad SAW. Ketika Rasullulloh sakit maka datang Malaikat Jibril mendekati tubuh beliau yang sangat indah kemudian  Jibril membacakan salah satu doa sambil ditiupkan ketubuh Nabi, seketika itu Beliau sembuh. inilah doanya ” BismIlahi arqiika minkulli syai-in yu’dziika minsyarri kulli nafsin au-ainiasadin Alloohu yasyfiika bismIlahi arqiika “. Ada tiga cara yang dilakukan Nabi dalam Ruqyah:

– Nafats

Nafats yaitu membaca ayat Al Qur’an atau doa kemudian di tiupkan pada kedua telapak tangan kemudian di usapkan keseluruh badan pasien yang sakit.Dalam satu riwayat bahwasanya Nabi Muhammmad SAW apabila beliau sakit maka membaca “Al-muawwidzat” yaitu tiga surat Al Qur’an yang di awali dengan kata ” A’udzu ” Yaitu : surat An Nas, Al Falaq dan Al Ikhlas kemudian di tiupkan pada dua telapak tangannya lalu di usapkan keseluruh badan.

– Air liur yang di tempelkan pada tangan kanannya.

Di riwayatkan oleh Bukhari-Muslim : Bahwasanya Nabi Muhammad SAW apabila ada manusia tergores kemudian luka ,maka beliau membaca doa kemudian air liurnya ditempelkan pada tangan kanannya, lalu diusapkan pada luka orang itu.Inilah  doanya. “ALLAHUMMA ROBBINNAS ADZHABILBAS ISYFI ANTASY-SYAFII LAA SYIFA-A ILLA SYIFA-UKA LAA YUGODIRU SAQOMAN “.

– Meletakkan tangan pada salah satu anggota badan.

Nabi Muhammad SAW pernah memerintahkan Utsman bin Abil Ash yang sedang sakit dengan sabdanya: ” Letakkanlah tangan mu pada anggota badan yang sakit kemudian bacalah “Basmalah 3x dan A’udzu bi-izzatillah waqudrotihi minsyarrima ajidu wa uhajiru 7x”

  • Doa Mukjizat

gambar-orang-berdoa-berlutut

Banyak do’a-do’a untuk kesembuhan yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada umat-Nya.Antara lain : ” Allahumma isyfi abdaka yan-ulaka aduwwan aw yamsyi laka ila sholaah ” .

2. Metode Ilmiah

عن ابن عباس قال عن النبي ص الشفاء فى ثلاث : بشربة عسل, وشرطة محجم, وكية نار وانهى عن     الكي. رواه البخاري

“Dari Ibn ‘Abbas ra. Dari Nabi SAW telah bersabda : Kesembuhan (Obat) itu ada pada tiga perkara yaitu minum madu, berbekam dan berkay dengan api, dan aku melarang umatku berkay dengan api itu”. (HR. Bukhari) 

إن أمثل ما تدويتم به الجحامة والقسط البحري . رواه البخاري                           

“Sebaik-baiknya pengobatan kalian adalah berbekam dan kayu manis ”

الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ

“Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.” (HR Bukhari)

إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ

“Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim)

Bekam

Terapi bekam, bekam adalah istilah bahasa Indonesia yang berarti “membuang darah” . Dalam bahasa Arab disebut Al Hijamah, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut “cupping”. Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit ari. Dalam istilah medis dikenal dengan istilah ‘Oxidant Release Therapy’ atau ‘Oxidant Drainage Therapy’ atau istilah yang lebih populer adalah ‘detoksifikasi’. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan cara pemberian obat antioksidan (obat kimiawi) yang bertujuan untuk menetralkan oksidan di dalam tubuh sehingga kadarnya tidak makin tinggi. Tapi jika efek obat antioksidan sudah habis, oksidan akan tumbuh dan berkembang kembali. Karena itu, para dokter biasanya memberikan obat antioksi dan secara kontinyu.

Macam-macam bekam :

a. Bekam Basah (Wet Cupping)

Yaitu metode pengeluaran darah kotor (blood letting) dengan cara disayat dengan silet, lanset, pisau bedah atau jarum steril pada bagian yang dibekam.

b. Bekam Kering (Dry Cupping)

Yaitu metode bekam yang tidak mengeluarkan darah dari tubuh.

c. Bekam Seluncur (Sliding Cupping)

Yaitu metode bekam yang mana gelas bekam diseluncurkan di atas permukaan kulit yang rata (tidak tebal ototnya). Metode ini serupa dengan  Guasha  (cina),   scrapping  (inggris)  atau kerokan (jawa), namun lebih aman karena tidak merusak pori-pori sebagaimana kerokan.

Hukum Bekam

al-quran-4

Imam Ghazali berpendapat, yang dinukilkan dalam kitab Tasyirul Fiqih lil Muslimil Mu’ashir oleh Dr. Yusuf Qardhawi: “Al Hijamah adalah termasuk fardhu kifayah. Jika di suatu wilayah tidak ada seorang yang mempelajarinya, maka semua penduduknya akan berdosa. Namun jika ada salah seorang yang melaksanakannya serta memadai, maka gugurlah kewajiban dari yang lain. Menurut saya, sebuah wilayah kadang membutuhkan lebih dari seorang. Tapi yang terpenting adalah adanya jumlah yang mencukupi dan memenuhi seukuran kebutuhan yang diperlukan. Jika di sebuah wilayah tidak ada orang yang Muhtajib (ahli bekam), suatu kehancuran siap menghadang dan mereka akan sengsara karena menempatkan diri di ambang kehancuran. Sebab Dzat yang menurunkan penyakit juga menurunkan obatnya, dan memerintahkan untuk menggunakannnya serta menyediakan sarana untuk melaksanakannya, maka dengan meremehkannya berarti sebuah kehancuran telah menghadang.”

Para ahli sepakat bahwa pengobatan yang baik ialah pengobatan luar dalam. Dengan dua terapi ini, herba dan bekam, merupakan kekuatan sinergis bila dipadukan, bekam sebagai terapi luar, dan herba sebagai terapi dalam yang tidak bisa disembuhkan dengan bekam.

Waktu Khusus Bekam

jam blog

  • Dari Anas RA, berkata Rasulullah SAW biasa berbekam pada akhda’ain dan tengkuk. Beliau berbekam pada tanggal 17, 19, dan 21 bulan hijrah (HR. Tirmidzi:51/Hasan). Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa berbekam pada tanggal 17, 19 dan 21, maka itu akan menyembuhkan semua penyakit” (HR. Abu Dawud, (3861), hasan).
  • Ibnul Qoyyim berkata : ” Semua hadits ini sesuai
    dengan kesepakatan para tabib bahwa berbekam pada paruh kedua suatu bulan hingga pekan ketiga dari setiap bulan, lebih bermanfaat daripada berbekam pada awal bulan maupun akhir bulan. Namun, bila karena suatu kebutuhan pengobatan dengan cara ini digunakan, kapan saja itu dilakukan, maka tetap bermanfaat, meski di awal bulan atau akhir bulan.”

Secara alamiah pada tanggal tersebut cairan-cairan dalam tubuh bergolak dan mencapai puncak penambahannya. Jika di awal bulan darah belum bergejolak sedangkan di akhir bulan darah sudah mulai berkurang. Pemilihan waktu hijamah adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. adapun untuk kasus tertentu misalnya sakitnya tidak tepat/ jauh pada tanggal tersebut bisa dibekam pada waktu sakit karena saat itu darah dalam keadaan tidak normal.

3. Metode Alamiah

  • Madu

إِنَّ لِلنَّاسِ شِفَاء فِيهِ أَلۡوَانُهُ مُّخۡتَلِفٌ شَرَابٌ بُطُونِهَا مِن يَخۡرُجُ ذُلُلاً رَبِّكِ سُبُلَ فَاسۡلُكِي الثَّمَرَاتِ كُلِّ مِن كُلِي ثُمَّ يَتَفَكَّرُون لِّقَوۡمٍ لآيَةً ذَلِكَ فِي

“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.“ (QS. An-Nahl: 69)

Cara-Memutihkan-Wajah-03 Madu, merupakan makanan juga obat yang dinyatakan oleh Allah Swt dalam al Qur’an. Oleh karena itu Rasulullah Saw amat gemar menggunakan madu sebaga makanan maupun sebagai obat-obatan. Bahkan Beliau saw paling suka meminum madu di pagi hari dengan dicampur air dingin. Hal itu dimakdsudkan untuk menjaga atau mengobati penyakit usus. Keunggulam madu sebagai makanan dan obat dikarenakan ia di hasilkan dari lebah yang menghisap nectar bunga. Manfaat madu diantaranya: antibakteri, anti radang, antioksidan, madu menyehatkan gigi dan gusi, memutihkan gigi, mengobati sariawan dan gangguan mulut lainnya, mengobati diabetes, mencegah terjadinya radang usus besar (colitis), maag dan tukak lambung,membersihkan liver, memperlancar buang air kecil,dll.

  • Zam-zam

Rasulullah menjelaskan: “Sesungguhnya, zamzam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi”. Nabi saw menambahkan: “Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril; minuman dari Allah untuk ismail”.(HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas)

zam-zam2

Kandungan air zamzam: kadar kalsium dan garam magnesium lebih tinggi, berkhasiat untuk menghilangkan rasa haus dan efek penyembuhan; mengandung zat fluoride yang berkhasiat memusnahkan kuman-kuman yang terdapat dalam kandungan airnya; memiliki keseimbangan elektrolit yang sempurna, juga mineral esensial yang sangat baik lagi penting bagi kesehatan. Sangat alami dan murni, bebas dari satu pun mikroorganisme patogen; tidak pernah kadaluarsa; zamzam 100 persen alami, tidak mengandung klorin, dll.

  • Zaitun

“Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

olive oil

Manfaat minyak zaitun: mengurangi kolesterol berbahaya tanpa mengurangi kandungan kolesterol yang bermanfaat, mengurangi risiko penyumbatan (trombosis) dan penebalan (ateriosklerosis) pembuluh darah, melindungi dari serangan kanker, dll

  • Habbatussauda

“Gunakanlah Habbatussauda karena di dalamnya terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali maut”.(HR. Bukhori Muslim).

download (3)

Manfaat Habbatus Sauda` menurut hasil penelitian: antioksidan, anti radang, dan anti alergi; mengobati gangguan pencernaan; melawan kanker; memperkuat imunitas tubuh; meningkatkan memori dan konsentrasi; meningkatkan bioaktivitas hormone; menetralkan toksin; mengatasi susah tidur dan stress; suplemen nutrisi, dll.

  • Talbinah

talbinah-400g_edit

Rasulullaah bersabda: “Talbinah melegakan sanubari orang yang sakit dan menghilangkan sebagian kesedihan”.Talbinah adalah air rebusan biji gandum, yang nilai gizinya lebih banyak dari tepung gandum. Talbinah baik untuk orang yang terkena penyakit syaraf dan gangguan kejiwaan, bahkan dengan kandungan Betaglocannya dapat menurunkan kolesterol dalam darah, juga karena kandungan magnesiumnya yang tinggi sangat baik untuk mereka yang mempunyai penyakit jantung. Talbinah membantu mengobati semua gangguan pada lambung.

  • Kurma

“Barang siapa yang makan pagi dengan tujuh butir kurma Ajwah, maka tak akan mencelakainya racun dan sihir dihari itu” (Riwayat Shahih Al-Bukhari).

download (4)

Manfaat kurma diantaranya: mencegah penyerapan kolesterol LDR dalam usus; melancarkan buang air besar dan mencegah konstipasi; kurma mengandung antioksidan, anti infeksi, anti inflamasi dan anti hemoragik; menjaga kesehatan mata dan kulit; kalium dalam kurma adalah komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung koroner dan stroke, dll.

  • Pereda Demam Sesuai Sunnah Nabi :
  • Berobat dengan Air

17445_cegah_dehidrasi_dengan_memodifikasi_cara_minum_air_

Sebelum meninggal Rasulullah saw. Mengalami demam terus menerus. Rasulullah saw. Menggunakan air untuk menyembuhkannya. Terdapat pula  kisah dalam riwayat Abu Nu’ai , dari hadis Anas dan memarfu’kannya, “jika salah seorang diantara kalian terken a demam, maka hendaklah ia diguyur air dingin selama tiga hari pada waktu sahur.”

  • Jinten Hitam

Nabi SAW Bersabda, Hendaknya kalian mengkonsumsi jinten hitam. Karena jinten hitam mengandung obat untuk segala jenis penyakit, kecuali As-Saam (H.R. Bukhari & Muslim). Sifatnya panas dan kering, mengandung 15 macam asam amino, alkaloid, dan saponin. Jinten hitam dapat digunakan untuk meredakan demam yang disertai batuk berdahak dan sejenisnya.Jintan-Hitam

  • Mentimun

Dari Abdullah bin Jafar diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam biasa menyantap mentimun dengan kurma masak (H.R. At-Tirmidzi). Mentimun bersifat dingin dan basah, mengandung 0,65% protein, 0.1% lemak dan karbohidrat sebanyak 2,2%. Juga mengandung kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C. Parutan buah timun digunakan untuk mengompres dapat dengan segera menurunkan demam. Mengkonsumsi timun segar juga efektif meredakan demam.

  • Bawang Merah
    Bawang-Merah-IIDari Aisyah r.a, bahwa ia pernah ditanya tentang bawang merah. Aisyah menjawab: Makanan yang terakhir kali dimakan oleh Rasulullah, mengandung bawang merah (H.R. Abu Daud). Bawang merah bersifat panas dan basah, memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin. Untuk meredakan demam pada anak. Cuci lima butir bawang merah lalu kupas. Kemudian parut atau gerus dan tambahkan minyak zaitun secukupnya. Setelah itu balurkan ke tubuh anak, terutama bagian ubun-ubun, punggung, perut, paha, lengan, dan telapak kaki. Istirahatkan anak untuk mempermudah kesembuhan

Referensi:

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Thibbun_Nabawi di akses pada: 21 Juni 2015

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Terapi di akses pada: 21 Juni 2015

www.academia.edu/5237508/IDI-1_PENGOBATAN_DALAM_PANDANGAN_ISLAM

di akses pada: 21 Juni 2015

http://www.eramuslim.com/resensi-buku/resensi-buku-metode-pengobatan-nabi-literatur-penting-untuk-muslim.htm di akses pada: 20 Juni 2015

Ust. M. Arifin Ilham & Hasan. MT. 101 Doa Penuntun Hidup Sukses .2008 : http://syaamilquran.com/metode-pengobatan-menurut-rasulullah.html di akses pada: 20 Juni 2015

http://www.pengobatan.com/khazanah_islamiah/kronologis_pengobatan_islam.html

di akses pada: 20 Juni 2015

http://vienmuhadi.com/2013/05/14/bekam-al-hijamah-cara-pengobatan-menurut-sunnah-nabi-saw/ di akses pada: 20 Juni 2015

Novi. 2013. Pengobatan Menurut Nabi. Bandung

 

http://muslimah.or.id/kesehatan-muslimah/fakta-thibbun-nabawi-habbatus-sauda-madu-dan-minyak-zaitun.html  di akses pada: 20 Juni 2015

http://klikbrc.klik-brc.com/index.php?option=com_content&view=article&id=17:thibbun-nabawwi-pengobatan-cara-nabi&catid=19:artikel-kesehatan  di akses pada: 20 Juni 2015

https://id-id.facebook.com/pop.cahayaqalbu/posts/411306375557141 di akses pada: 20 Juni 2015

Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW

m12 

Islam adalah agama yang sempurna (kamil) dan menyeluruh (syamil). Islam mengatur kehidupan manusia dalam berbagai aspek termasuk dalam dunia perawatan dan pengobatan. Allah swt yang maha pengasih dan penyayang kepada umat manusia, melalui kekasih-Nya Rasulullah, Allah mengajarkan kepada manusia cara merawat dan memelihara kesehatan.

Beliau hanya dua kali menderita sakit selama masa hidupnya, yaitu setelah nabi Muhammad menerima wahyu pertama di Gua Hira. Saat itu tubuh Rasulullah mendadak demam karena mengalami ketakutan yang amat sangat. Sedang peristiwa sakit yang kedua Rasulullah pada saat menejlang meninggalnya.. Banyak hadist yang menerangkan tentang kesehatan pribadi Rsulullah, diantaranya kitab Shahih Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Bihaqi, dan Shahih Ahmad. Rasulullah dala kehidupannya, sangat peduli dengan kesehatan, baik kesehatan dirinya maupun kesehatan pada umatnya.

Rasullah merupakan suri tauladan yang baik berlandasan dengan akhlaknya, yaitu akhlak Al-qur’an, begitupun dalam hal kesehatan Rasulullah senantiasa memelihara hidup sehat itu sendiri. Anjuran hidup sehat menurut Rasullah saw. adalah:

  1. Selalu bangun sebelum subuh

sebelum-tidur

Rasulullah saw. selalu mengajak umatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan sholat sunnah dan sholat fardhu, sholat subuh berjama’ah. shalat

Hal ini memberikan hikmah, antara lain: limpahan pahala dari Allah SWT., kesegaran udara subuh yang bagus untuk kesehatan, memeprkuat pikiran, dan menyehatkan perasaan. Ketika fajar atau menjelang subuh, udara masih bersih dari polusi sehingga sangat bagus untuk kesehatan paru-paru. Bangunlah lebih pagi untuk mendapat asupan udara bersih bagi paru-paru, dan dengan bangun lebih pagi, kita dapat merencanakan suatu pekerjaan dengan cermat dan tidak terburu-buru.

  1. Aktif menjaga kesehatan

internet-sehat

Rasulullah senantiasa menjaga kebersihan dirinya seperti rajin memotong kuku, mencuci dan memotong rambut serta menggosok gigi. Kegiatan memotong kuku dan rambut dilakukan setiap hari kamis atau hari jumat setiap pekan.  Bahkan Rasulullah sendiri juga mengatakan bahwa kebersihan itu sebagian daripada iman.

  1. Makan secukupnya

makanan-sehat_zps84ecc6c9

“Makanlah diantara rezki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, maka sesungguhnya binasalah ia.”

Hal lainnya terkait dengan pola sehat Rasululah adalah membatasi perut dengan makan secukupnya. Rasulullah menganjurkan umatnya agar menyediakan ruang di dalam perut untuk 3 hal yakni udara, air dan makanan. Pada aspek pengendalian gizi, Beliau sealu menjaga makanan yang dikonsumsinya. Dalam hidupnya Rasulullah kerap mengonsumsi kurma, baik kurma yang kurma yang kering maupun kurma yang basah.

  1. Rajin berolahraga

Menambahkan-Gambar-Bergerak-Pada-Powerpoint

Dengan olahraga, maka peredaran darah akan menjadi lancar, pembakaran kalori menjadi energi lebih optimal. Banyak olahraga menjauhkan dari berbagai penyakit. Rasulullah selalu menerapkannya dengan gemar berjalan kaki. Beliau sealu berjalan kaki ke mesjid, medan jihat, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya.

  1. Istirahat yang cukup

download (2)

Setelah beraktivitas, tubuh butuh istirahat. Tidur yang cukup untuk ukuran orang dewasa adalah 6-8 jam.  Kekurangan tidur menyebabkan kesulitan konsentrasi, tubuh terasa lemas, dan sulit untuk berfikir jernih. Mengatur pola tidur adalah kunci hidup sehat ala Rasulullah yakni capat tidur malam hari dan cepat bangun pada dinihari. Biasanya Beliau tidur setelah sholat isya dan bangun pada sepertiga malam untuk sholat tahajud. Cara tidur Rasulullah yaitu memiringkan tubuh kearah kanan sambil berzikir hingga matanya terasa berat dan akhirnya tertidur.

  1. Puasa sunnah

puasa-senin-kamis

Tuntutan Rasulullah dalam pola hidup sehat adalah kebiasaanya  menjalankan puasa sunnah, seperti puasa senin dan kamis. Berpuasa adalah tameng sederhana dan efektif bagi diri pribadi agar terhindar dari berbagai macam penyakir jasmani maupun rohani.

 Kesehatan adalah harta yang diberikan diberikan Allah yang tak ternilai harganya. Kesehatan merupakan alah satu nikmat yang diberikan oleh Allah kepada hambanya dan seringkali kita melupakan dan melalaikan hal tersebut. Nanti pada saat sakit, manusia sering mengeluh dan barulah menyadari bahwa kesehatan itu begitu penting dan sangat berarti dalam hidup. Untuk itu, selalu jagalah kesehatan sebagai rasa syukur terhadap nikmat yang Allah berikan dan melakukan pedoman sehat menurut Rasulullah saw. Pola hidup Rasulullah terkait kesehatan, sebagian besar bersifat preventif (mencegah). Karena itu, anjuran bersuci, berkhitan, dan senyum, semuanya bertendensi pada kesehatan individu yang bermuara para umat muslim yang sehat jasmani dan rohani.

Referensi:

Nizar D, Muhammad. 2002. Hidup Sehat & Bersih Ala Nabi. Jakarta: Hikmah

https://id-id.facebook.com/notes/cinta-nabi-muhammad-saw/hidup-sehat-seperti-rasulullah-shallallahu-alaihi-wasallam/34057729632690

di akses pada: 21 juni 2015

http://www.hasbihtc.com/hidup-sehat-ala-rasulullah-saw.html

di akses pada:21 Juni 2015

http://www.kabar6.com/aneka-berita/sehat/2751-pola-hidup-sehat-ala-rasulullah.html

diakses pada: 21 Juni 2015

Metode Pengobatan Para Rasul Sebelumnya dan Metoda Pengobatan Hukama (Ahli Hikmah)

bismillah

Firman Allah:

            ” Dan kami menurunkan Al Qur’an sebagai penawar dan Rahmat untuk orang-orang yang mu’min “( Al-Isra : 82 ). Menurut para ahli tafsir bahwa nama lain dari Al Qur’an yaitu ” Asysyifa ” yang artinya secara Terminologi adalah Obat Penyembuh.” Hai manusia , telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman ” ( Yunus : 57 ). 

Allah tidak akan mendatangkan seuatu masalah tanpa ada solusinya. Seperrti halnya, sakit, Allah tidak akan mendatangkan sebuah penyakit kepada hambanya, kecuali ada pengobatannya.

Pengobatan adalah suatu kebudayaan untuk menyelamatkan diri dari penyakit yang mengganggu hidup. Kebudayaan tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan tetapi juga oleh kepercayaan dan keyakinan, karena manusia telah merasa di alam ini ada sesuatu yang lebih kuat dari dia, baik yang dapat dirasakan oleh pancaindera maupun yang tidak dapat dirasakan dan bersifat ghaib. Pengobatan ini pun tidak lepas dari pengaruh kepercayaan atau agama yang di anut manusia.

Metoda Pengobatan Para Rasul Sebelumnya.

  1. Nabi Isa. As

“Dan akan dijadikan-Nya sebagai Rasul untuk Bani Israil .Katanya : Aku ini datang kepadamu membawa tanda Mukjizat dari tuhanmu yaitu aku dapat membuat dari tanah liat ini rangka burung untuk kalian, kemudian aku tiup lalu menjadi seekor dengan izin Allah. Dan aku sanggup menyembuhkan orang buta, penyakit sopak dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah.” ( QS.Ali Imran : 49 ).

Menurut para Mufassir, Nabi Isa mengobati penyakit buta dan sopak dengan cara diusap dengan tangan-Nya mata yang buta dan anggota tubuh yang terkena sopak dengan izin Allah melalui mukjizatnya maka seketika itu sembuh.    

  1. Nabi Musa. As

Sebagai seorang Rasul yang sangat dalam ilmunya dan sanggup melumpuhkan Fira’un sang raja kafir yang sangat kuat dan menguasai sebagian besar alam, karena sangat kuasanya sampai -sampai dia mengaku dirinya tuhan dari segala makhluk. ” Maka berkata Fira’un : ” Akulah Tuhan yang maha tinggi “ ( An-Naziat : 24). 

Nabi Musa tidak terlepas dari sifat kemanusiannya yang merupakan Sunnatulloh yaitu sakit. Beliau pernah sakit lalu memetik sehelai daun yang di niatkan sebagai obat yang hakikatnya Allah yang menyembuhkan kemudian di tempelkan pada anggota yang sakit, karena Mukjizatnya seketika itu sembuh. Dan kedua kalinya beliau sakit kemudian memetik sehelai daun secara spontanitas tanpa diniatkan sebagai obat yang hakikatnya Allah Sang Penyembuh maka ketika itu sakitnya tidak sembuh .

Metoda Pengobatan Hukama ( Ahli Hikmah )

Ahli Hikmah adalah orang-orang  shalih yang di berikan oleh Allah ilmu dan Karomah sehingga dia tahu rahasia Allah. Para Ahli Hikmah umumnya dijadikan sebagai Thabib ( Dokter ) atau Paranormal oleh kebanyakan orang karena mereka mendapat bimbingan langsung dari Allah. ” Allah SWT memberikan Al-Hikmah ( kebijaksanaan ) kepada orang yang dikehendaki “ . Barangsiapa yang diberinya Al-Hikmah maka ia mendapat banyak kebaikkan. Hanya orang-orang yang mau berfikir yang dapat mengambil pelajaran” ( Al-Baqarah :269 )

  1. Ruqyah ( Jampi-jampi )

Ruqyah yang di ajarkan malaikat Jibril kepada Nabi dan yang dilakukan oleh Nabi.  Lain dengan ruqyah yang dilakukan oleh Hukama, tetapi doa yang mereka gunakan  pengertiannya sama. Para ahli Hikmah apabila mengobati seseorang dengan cara ruqyah dengan membaca ayat Al Qur’an atau doa kemudian di tiupkan kedalam air yang nantinya air itu di minum oleh si Pasien. Salah satu contoh bacaan ruqyah Hukama : Membaca Al-Fatihah untuk Nabi, keluarga, shahabat dan para wali seperti Syeikh Abdul Qodir Jailani, kemudian membaca doa untuk kesembuhan .

  1. Wafaq

Wafaq ialah ayat Al Qur’an, Asma Allah, zikir atau doa yang ditulis diatas benda seperti kertas, kain yang dijadikan sebagai media pengobatan atau lainnya oleh para Ahli hikmah. Salah satu contoh : Wafaq untuk orang yang sakit hati ( Liver ) di tulis pada gelas putih kemudian di isi air lalu di minumkan. Insya Allah sembuh. (Tulis huruf  Ha besar 2 kali dan huruf Ain 6 kali).

Referensi:

http://www.pengobatan.com/khazanah_islamiah/kronologis_pengobatan_islam.html

di akses pada: 20 Juni 2015

www.academia.edu/5237508/IDI-1_PENGOBATAN_DALAM_PANDANGAN_ISLAM

di akses pada: 21 Juni 2015

Sakit

dp bbm animasi lagi sakit  Sakit merupakan suatu keadaan keterbatasan kemandirian sehingga mengakibatkan ketergantungan dapat dipandang sebagai simplifikasi (Virginia Henderson,1952). Klien yang memiliki ketertarikan hidup secara individual selama rentang kehidupannya, dan bergerak kearah kemandirian, sesuai dengan usia, keadaan, dan lingkungan. Tingkat kesejahteraan yang maksimal dicapai jika seseorang dapat memuaskan kebutuhannya. Sakit juga diartikan sebagai tingkat kesejahteraan yang tidak mungkin dilakukan (Betty Neuman, 1972). Manusia dikatakan berada dalam suatu rentang sehat dan sakit, yang merupakan suatu dimensi yang tidak dapat dihindari oleh manusia. Sesuai dengan tugas dan perannya, perawat harus mampu melaksanakan pelayanan kesehatan dengan tujuan diperolehnya tingkat kemandirian dan kesejahteraan pada pasien.

Hikmah sakit:

  • Sakit akan menghapuskan dosa

Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

“Aku mendengar Rasulallah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : “Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah walau hanya tertusuk duri, kecuali Allah akan mencatat baginya kebaikan dan dihapus baginya kesalahan dan dosanya.” (HR.Muslim)

”Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan Allah hapuskan berbagai kesalahnnya, seperti sebuah pohon meruntuhkan daun-daunya.” (HR. Muslim)

”Tiadalah kepayahan, penyakit, kesusahan, kepedihan dan kesedihan yang menimpa seorang muslim sampai duri di jalan yang mengenainya, kecuali Allah menghapus dengan itu kesalahan – kesalahannya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulluloh bertanya (saat menjenguk sahabat yang sakit)“Apa yang engkau rasakan?” Dia menjawab: Demi Allah, wahai Rasulullah, sesungguhnya aku benar-benar berharap kepada Allah dan sesungguhnya aku takut akan dosa-dosaku. Tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba kedua hal tersebut dalam keadaan semacam ini (sakit), melainkan Allah akan merealisasikan harapannya dan memberikan rasa aman dari apa yang dia takuti.” (HR. Turmudzi dan yang lainnya dengan sanad hasan).

  • Sakit adalah ujian yang “niscaya”

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.  (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.” (QS. Al-Baqarah: 155-156)

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”. (QS. Al-Anbiyaa`: 35)

Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjenguk Ummu as-Saib (atau Ummu al-Musayyib), kemudian beliau bertanya, ‘Apa yang terjadi denganmu wahai Ummu al-Sa’ib (atau wahai Ummu al-Musayyib), kenapa kamu bergetar?’ Dia menjawab, ‘Sakit demam yang tidak ada keberkahan Allah padanya.’ Maka beliau bersabda, ‘Janganlah kamu mencela demam, karena ia menghilangkan dosa anak Adam, sebagaimana alat pemanas besi mampu menghilangkan karat’“ (HR. Muslim 4/1993, No. 2575)

  • Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar

 unnamed (1)

Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)

  • Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka,

Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)

  • Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya

Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih)

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)

“Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS. Asy-Syura: 30).

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di ketika menafsirkan ayat ini, beliau berkata, “Allah subhanahu wa ta’ala memberitakan bahwa semua musibah yang menimpa manusia, (baik) pada diri, harta maupun anak-anak mereka, serta pada apa yang mereka sukai, tidak lain sebabnya adalah perbuatan-perbuatan buruk (maksiat) yang pernah mereka lakukan.”

  • Sakit merupakan keringanan

”Kalau seorang hamba sakit atau sedang bepergian, pasti Allah akan menuliskan baginya pahala seperti saat ia mengamalkan ibadah di masa masih sehat dan sedang bermukim.” (HR. Bukhari)

Dari Imran bin Hushain berkata,”Aku menderita wasir, maka aku bertanya kepada Rasulullah SAW. Beliau bersabda,”Shalatlah sambil berdiri, kalau tidak bisa, maka shalatlah sambil duduk. Kalau tidak bisa, shalatlah di atas lambungmu. (HR. Bukhari)

Orang yang mendengar panggilan, tidak ada yang bisa mencegahnya kecuali udzur. Seseorang bertanya,”Udzur itu apa saja?”. Beliau SAW menjawab,”Rasa takut atau sakit”. (HR. Abu Daud).

  • Sakit merupakan ladang amal bagi Muslim lainnya

sakit

Sakit tidak hanya memiliki hikmah pada yang terkena saja, melainkan juga mendatangkan hikmah bagi orang yang menjenguk saudaranya yang sakit

Apabila seseorang menjenguk saudaranya  yg muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad).

Hak seorang muslim atas muslim yang lainnya ada enam.” Kemudian ditanyakan, “Apa saja itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Jika bertemu ucapkanlah salam, jika diundang maka penuhilah, jika dimintai nasehat maka berilah nasehat, jika bersin lalu memuji Allah maka doakanlah, jika sakit maka jenguklah dan jika meninggal maka ikutilah penguburannya.” HR. Muslim no 2162

  • Sakit = wajib ikhtiar dan haram berputus asa

“Setiap penyakit itu pasti ada obatnya. Oleh karena itu, barang sipa yang tepat dalam melakukan pengobatan suatu penyakit, maka dengan izin Allah ‘azza wa  jalla dia akan sembuh.” (HR. Muslim, Ibn Hiban, dan Hakim)

“Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan obat untuknya.” (HR. Ibn Majah dan dishahihkan al-Albani)

“Wahai pamanku, janganlah engkau mengharapkan kematian. Karena sesungguhnya, jika engkau seorang yang baik lalu diberi usia yang panjang, engkau bisa menambah kebaikanmu, dan itu lebih baik. Adapun jika engkau seorang yang banyak berbuat buruk lalu diberi tenggang usia, kemudian engkau berhenti dari perbuatan buruk tersebut dan bertobat, maka yang demikian itu lebih baik. Karena itu janganlah engkau mengharapkan kematian.” (HR. Ahmad)

“Kalau dia terpaksa harus melakukan hal tersebut (mengharapkan kematian), hendaklah dia berdoa: ‘Ya Allah, hidupkanlah aku jika hidup ini lebih baik bagiku dan matikanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku.’” (As-Syaikhan (Bukhari dan Muslim), al-Baihaqi (III/377) dan lainnya

Sebagai seorang perawat muslim, tugas kita tidak hanya memberikan asuhan keperawatan pada pasien, tetapi juga ikut serta dalam memenuhi dan melakukan bimbingan rohani keagamaan pada pasien. Pada dasarnya, memenuhi kebutuhan religi pasien termasuk dalam tugas seorang perawat memenuhi kebutuhan dasar manusia (KDM). Peran perawat Islam bagi pasien muslim yaitu mengajarkan berwudlu; tawakal, mengingatkan waktu sholat; menganjurkan berupaya maksimal; mengajarkan hikmah sakit; mengisi waktu dengan berdzikir; menyediakan buku, kitab, bacaan islami, dan kolaborasi rohaniawan. Dan yang terpenting yaitu selalu mendoakan kesembuhan bagi pasien.

Doa perawat bagi pasien :

اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ فَأَنْت الشَّافيِ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً                                    َ

 ALLAHUMMA ROBBANNAS ADZHIBILBA’ SA ISYFI ANTASYSYAFI LA SYIFAUKA SYIFA’ AN LA YUGHODIRU SAQOMA . 

“Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (hanya) Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” ( HR. Bukhori Muslim)

Referensi

Hang out Konsep Keperawatan dan Paradigma Keperawatan by Helwiyah Ropi

Henderson, V (1966), The nature of nursing: a definition and implications for practice, research, and education. New York, Macmillan.

Hang out Hikmah Sakit dan Ibadah bagi Pasien By H. Iyush Yosep, Skp., Msi., MSc

Hang out Bimbingan Ibadah bagi Pasien by Titis Kurniawan, MNS

Hang out Ujian Praktek Menoring by Rohis Fkep Unpad